Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-11 14:53:13【Tempat Makan】021 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(38)
Artikel Terkait
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
- APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE
- Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
- APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu
- Menperin sebut pabrik Lotte bukti RI jadi tujuan investasi global
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
Resep Populer
Rekomendasi

BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob

Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka

Dari dapur saat fajar, ke meja belajar

Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG

Dari dapur saat fajar, ke meja belajar